Analisis PertandinganLiga ChampionsLiga Champions

Declan Rice selamatkan Arsenal dengan gol penyama di akhir saat Saka keluar lebih awal karena masalah kuadrisep

Infografis taktik: bentuk dan formasi tim — Arsenal, Champions LeagueGambar yang dihasilkan AI

Declan Rice cetak gol penyama di akhir untuk membawa Arsenal seri vs Bayern; Bukayo Saka ditarik karena masalah kuadrisep yang menurut Arteta memprihatinkan.

22 Oktober 20264 menit baca308 kataArsenal

Declan Rice mencetak gol telat untuk membawa Arsenal meraih hasil imbang di Bayern Munich pada babak grup Liga Champions, sebuah pertandingan yang juga melihat Bukayo Saka terpaksa ditarik keluar lebih awal karena masalah otot quadriceps yang mengkhawatirkan dan Harry Kane mengeksekusi penalti untuk Bayern.

Apa yang terjadi

Arsenal dan Bayern Munich bermain imbang dalam pertemuan mereka di fase grup Liga Champions setelah Declan Rice mencetak gol penyama kedudukan pada akhir laga. Harry Kane sebelumnya mengeksekusi penalti untuk Bayern. Bukayo Saka terpincang-pincang keluar di awal pertandingan, dengan Mikel Arteta kemudian menggambarkan cedera otot quadriceps sang pemain sayap sebagai "tidak terlihat baik sama sekali." Pertandingan itu digambarkan menghibur, dan penyelesaian menentukan Rice datang di akhir pertandingan ketika ia berlari masuk ke area Bayern untuk mengarahkan tembakan rendah ke gawang.

Analisis taktis

Masuknya Rice ke dalam kotak di akhir laga dan sentuhan penyelesaian menunjukkan Arsenal siap mengandalkan gelandang yang berlari dari lini kedua untuk melengkapi barisan penyerang mereka, terutama di penghujung pertandingan ketika ruang bisa terbuka saat lawan mendorong untuk bertahan atau merebut kembali keunggulan. Keterlibatan gelandang terlambat semacam itu menunjukkan rencana permainan yang menghargai penetrasi di menit-menit akhir dari posisi lebih dalam daripada menyerahkan semua ancaman gol hanya kepada para penyerang depan.

Penarikan dini Saka dan kekhawatiran cedera quadriceps yang dilaporkan akan memaksa Arsenal menyesuaikan permainan sayap mereka jika ia absen dalam jangka pendek. Secara taktis, itu bisa berarti lebih banyak tanggung jawab bagi pemain sayap lainnya atau pola serangan yang diubah untuk mengkompensasi berkurangnya ancaman dan dinamika yang biasa diberikan Saka, sambil mempertahankan kemampuan gelandang untuk mendukung dan masuk ke kotak penalti seperti yang dilakukan Rice.

Sumber